"Mom.." lirihan kaku dari mulut Sophia terdengar jelas di benak Armelle--ibunya sendiri. Armelle sudah tahu persis apa yang akan dikatakan seorang Sophia Armelle Evergreen-Irwin ini.
"Aku tahu. Kau akan bercerita tentang pembully mu kan?" sahut Armelle yang memang telah hafal topik pembicaraan pokok dari semua yang dibicarakan Nona Evergreen-Irwin muda ini. Ah ya, Sophia Armelle Evergreen-Irwin adalah putri sulung dari pasangan Armellia Jonace Evergreen dan Ashton Fletcher Irwin. Adik pertamanya, Diana Danera-Dona Irwin kini berusia 13 tahun, dan adik keduanya, Alazkia Malleficent Beauty-Irwin, kini berusia 11 tahun.
"Bukan itu..."
"Lalu?"
"Aku lelah hidup mom! Aku benci kehidupanku di sekolah! Bahkan mereka mengatai Dad adalah drummer yang tak bertalenta sama sekali! Apa yang ada di benak mereka sebenarnya, Mom!?" suara gertakan kasar mulut Sophia terdengar jelas di telinga Ashton. Segera ia melerai kedua perempuan tercintanya itu.
"Mereka hanya iri padamu, Sayang."
"Tapi mom, mereka sudah sangat keterlaluan. APAKAH SAYATAN INI TIDAK CUKUP MEMBUAT MEREKA MERASAKAN SIMPATI DAN IBA KEPADAKU?!" nah. Puncak kejujurannya sekarang berada disini. Ia menunjukkan sayatan yang diam-diam ia buat di pergelangan tangannya. Ashton dan Armelle tentu saja luar biasa kaget akan hal yang sangat tak terduga.. Selfharming. Itulah yang terjadi kepada puteri mereka. Mereka hanya menggelengkan kepala dan mengusap rambut pirang Sophia yang telah diwarnai dengan warna biru laut. Seperti Mikey, uncle nya.
"Soph.."
"Mom, aku lelah..." ujar gadis kelas XII itu.
....
Next or No?
-RELLIEXX-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar